free web site hit counter
Home » Cerita Bokep » Suka Cerita Sex Makin Horny

Suka Cerita Sex Makin Horny

MEMEK BEBEK – Aku kenal sex dari usia dini, tidak tahu kenapa rasanya bikin ketagihan, disini aku akan berbagi cerita tentang pengalamanku, dimana aku mempunyai cewek yang bernama Terry dia cantik banyak para laki laki yang naksir padanya, jujur aku pernah Making Love bersama dia, dia mempunyai ukuran BH 34 B dengan kulit yang halus.

Rupanya setelah aku pahami dia juga menyukai free sex, dengan badan atletisku dan tubuh kekarku aku tak sulit mendapatkan wanita pelampiasan birahiku ditunjang dengan wajhaku yang lumayan ganteng, dan ukuran anuku juga dibilang besar maka banyak yang mengontak saya untuk sebagai pelampiasan atau sebaliknya.

Suatu hari, Terry menelpon saya. Dia cerita bahwa dia punya teman kost baru, dan cakep pula. Dia juga bilang kalau temannya itu mirip artis ternama di ibukota, yang namanya sudah terkenal. Dia janji mau mengenalkan saya ke dia. Maka kemudian saya dan Terry membuat suatu janji pertemuan di hari Sabtu.

Pada hari yang telah di janjikan, saya telah membuka sebuah kamar di daerah Juanda, dan seperti yang telah direncanakan, Terry datang membawa seorang temannya yang bernama Novi.

“Tok.. tok.. tok..!” 3 kali saya dengar ketokan pintu, maka secara otomatis saya membukakan pintu.

Begitu pintu terbuka, terlihatlah Terry yang sedang tersenyum kepada saya, dan di belakangnya tampak temannya yang akan dikenalkan ke saya. Dan benar saja, temannya itu menang benar mirip sekali dengan artis ibukota yang Terry ceritakan.

“San, kenalin donk.. ini loh temen aku yang aku mau kenalin ke kamu.” begitu ucap Terry sambil masuk ke kamar.

“Oh iya, aku Novi.. dan kamu sapa..?” sapanya ramah.

Saya sempat terdiam sewaktu Novi menjulurkan tangannya, karena saya tidak habis pikir kalau cewek ini begitu cantiknya, dan saya harus dapat mencicipinya hari ini juga.

“Hmm, nama aku A..” begitu saya sadar, langsung saya merespon dengan julurkan tangan.Hmm, kulitnya halus juga, pikir saya. Kalau dari yang saya lihat, Novi ini sedikit lebih pendek dari Terry, tetapi dia mempunyai buah dada yang lebih besar daripada Terry.

Kira-kira tingginya 160 cm, 45 kg, dan saya rasa ukuran dadanya 34C, soalnya dadanya besar sekali.

“Eh, kamu berdua jangan diem gitu donk, kasih aku minum kek..!” tiba-tiba suara Terry memecahkan kesunyian yang ada.

“Oh iya, sori Terrn, tuh kamu ambil aja deh di kulkas..!” jawab saya sekenanya.

“Gini..,” kata Terry. “Temen aku Novi ini seorang janda anak satu, tapi kamu pikir deh, umurnya baru 23 dan body-nya masih segini, ngga kecewa donk kamu aku bawain yang kaya gini.” lanjut Terry lagi.

“Ah kamu bisaan aja Terr,” sahut Novi dengan tersipu, sehingga tampaklah wajahnya yang sedikit memerah.

Aduh.., ini membuat saya jadi horny saja.

Tiba-tiba saja Novi menarik Terry ke kamar mandi.

“Ikut aku bentar deh Terr..!” kata Novi.

Lalu Terry dengan terburu buru juga ikut dan sambil bicara kepada saya, “Dah kamu tiduran aja dulu di ranjang, temen aku mau bilang sesuatu kali nih ke aku.”

Tidak lama mereka kkamuar dari kamar mandi.

“Eh sori yach tadi sempet bikin kamu kaget.” kata Novi.

“Eh, ngga apa-apa kok.” jawab saya masih bingung.

“Emangnya kenapa sih tadi..?” saya masih bingung.

“Udah deh kamu ngga usah tau, urusan perempuan kok barusan, yang penting sekarang kamu santai aja di ranjang kamu dan ikutin permainan aku.” timpalnya lagi.

“Wah-wah-wah, permainan apa lagi nih..?” pikir saya dalam hati.

Tapi saya sudah senang sekali, apalagi saya melihat Terry tersenyum nakal ke arah saya. Duh, saya jadi tambah horny saja deh.

“Sebkamum aku kasih kamu ijin, jangan sekali kali kamu sentuh aku, ok..?” kata Novi.

“Ok-ok deh..,” jawab saya meskipun saya masih agak bingung dengan arah permainannya.

Tiba-tiba saja Novi langsung mendekati ke ranjang dan segera menciumi saya di bibir. Yach sudah otomatis saya akan merespon juga donk. Lidah kami saling ‘bergerilya’, sedangkan saya hanya boleh telentang saja di ranjang.

Kemudian ciuman Novi turun ke leher saya, hm.. enaknya pikirku. Dijilatinnya leher saya, terus dia juga menjilati kuping saya.

Tanpa sadar saya mendesah, “Ahh, enak, Nov, terusin dong..!”

“Sekarang aku bukain baju kamu, tapi inget..! Tangan kamu tetep diam aja yach, jangan sentuh aku sebkamum aku kasih ijin..!” sahutnya lagi.

“Aduh sengsara banget nih..! Masa mau ML tapi tangan aku ngga boleh megang-megang sih..!” pikir saya dalam hati.

Dengan cepet Novi membuka baju saya dan langsung dilempar. Dengan sigapnya Novi langsung bergerilya di dada saya, bagaikan seseorang yang lama tidak mendapatkan tubuh laki-laki. Digigitnya kedua puting saya.

“Ahh, enak gigitan kamu,” saya mendesah pelan.

Samar-samar saya melihat Terry duduk di samping saya sambil memperhatikan wajah saya dan dia tersenyum.

Tanpa sadar tangan saya mencoba mencari buah dada Novi untuk saya remas-remas. Eh tanpa saya duga, tiba-tiba saja tangan saya ditepis oleh Novi dan Terry.

“Aku kan udah bilang, kalo bkamum aku kasih ijin jangan sentuh aku..!” kata Novi.

“Iya, kamu tuh gimana sih..?” kata Terry, “Ikutin donk permainannya Novi..!” lanjut Terry.

“Yach habis gimana donk..? Namanya juga reflek..!” timpal saya sambil mendesah dan agak kecewa.

“Pokoknya kamu sabar deh..!” kata Novi sambil membuka celana saya.

“Hmm.., CD model low cut dengan warna hitam nih..!” ujar Novi sambil bergumam sendiri.

“Kamu tau aja kesukaan aku..!” kata Novi, “Dan kamu seksi banget dengan CD warna gini, bikin aku horny juga tau..!” kalimat Novi yang terakhir sebkamum dia mulai ber-‘karaoke’.

“Oohh, enak, sedot lagi donk yang kuat San..!” kata saya sambil mendesah.

Kurang lebih 5 menit Novi telah ber-‘karaoke’ terhadap penis saya. Kemudian Novi dengan sigapnya melepas skamuruh baju, celana dan pakaian dalamnya.

“Nah, sekarang kamu baru boleh sentuh aku..!” kata Novi.

Maka karena dari tadi saya sudah menahan mau nyentuh dia tapi tidak boleh, maka kesempatan ini tidak saya sia-sia kan. Langsung saja saya rebahkan Novi di ranjang dan gantian saya ciumi bibirnya, dan Novi juga membalasya dengan tidak kalah ganasnya. Kemudian saya turuni ciuman saya ke daerah lehernya. Hmm, lehernya yang bersih itu saya ciumi dan saya jilati. Samar-samar saya mendengar Novi mulai mendesah.

Kali ini saya turun ke buah dadanya, saya menjilati dulu pinggirnya secara bergantian, dari kanan ke kiri. Tetapi saya tidak menyentuh sedikit pun putingnya Novi.

Dan Novi kemudian bicara, “Ayo donk isepin puting aku, please..!”

“Wah ini saatnya balas dendam nih..!” pikir saya dalam hati.

“Hah..? Kamu minta diisepin puting kamu, sabar yach sebkamum aku mood, aku ngga bakal isep puting kamu..!” jawab saya sambil tersenyum.

Saya lihat Terry juga ikut tersenyum melihat temannya terkapar pasrah.

Tidak lama setelah saya memainkan buah dadanya, saya turun ke vaginanya. Tampaklah bulu-bulu vagina Novi yang begitu halus dan dicukur rapih. Dengan sigap saya langsung menghisap vagina novi.

“Ohh.., ohh.., enakk..! Terusin donk Sayang..!” sahut Novi sambil mendesah.

Kalimat itu membuat saya tambah semangat, maka saya tambah liar untuk menghisap vaginanya.

“Sayang, aku mau kkamuar,” lirih novi.

Dan tiba-tiba saja cairan vagina Novi kkamuar diiringin teriakan dari Novi yang kemudian saya telan semua cairan vagina Novi.

“Duh Say, kamu kok hebat sih maenin memekku..?” tanya Novi.

Yang saya lakukan hanya tersenyum saja.

“Please donk, masukin punya kamu sekarang..!” pinta Novi dengan memelas.

“Nanti dulu, puting kamu bkamum aku hisap..!” jawab saya.

Maka dengan cepat langsung puting yang berwarna coklat muda itu saya hisap dengan kencanganya secara bergantian, kiri dan kanan.

“Ahh, enakk Sayang, terusin..! Tambah kenceng donk..!” teriak Novi.

Hmm, mendengar suara cewek lagi terangsang begitu membuat saya tambah horny lagi, apalagi si ‘adik’ sudah dari tadi menunggu giliran ‘masuk’. Maka langsung saja saya memasukkan penis saya ke vaginanya.

“Shit..! Sempit banget nih memek..!” pikir saya dalam hati.

Setelah sedikit bersusah payah, akhirnya masuk juga barang saya ke vaginanya.

“Gila bener Nov, barang kamu enak dan sempit banget sih..?” jawab saya dengan napas yang mulai tidak teratur.

Dan kalimat saya dibalas dengan senyum oleh Novi yang sedang merem melek.

Begitu masuk, langsung saya goyangkan. Yang ada hanya suara Novi yang terus mendesah dan teriak.

“Ahh terus Sayang, tambah cepet donk..!”

Dan sekilas di samping saya tampak Terry sedang meremas-remas buah dadanya sendiri.

“Sabar Terr, akan tiba giliran kamu, sekarang aku beresin dulu temen kamu ini..!” jawab saya sambil sambil menggoyangkan Novi.

Terry hanya dapat menganggukan kepala, soalnya dia tahu ini bagian dalam permainan yang mereka buat, jadi Terry juga tidak boleh ikut sedikit pun dalam permainan saya dan Novi.

Tidak lama kemudian Novi minta gantian posisi, kali ini dia mau di atas.

“Aku cepet kkamuar kalo di atas..!” katanya santai.

Kami pun berganti posisi. Berhubung Novi tadi sudah kkamuar, maka kali ini ketika kami ‘main’ vagina Novi sudah becek.

“Ahh.., enakk.., barang lo berasa banget sih..!” jawab Novi sambil merem melek.

5 menit kemudian Novi teriak, “Ahh.., aku kkamuar lagi..!” dan dia langsung jatuh ke pkamukan saya.
Tetapi saya kan bkamum kkamuar, wah tidak begini caranya nih. Ya sudah akhirnya saya gantian dengan gaya dogy.

Kali ini kembali Novi menjerit, “Terusiin Sayang..!”

Tidak lama kemudian saya merasa kalau saya sudah mau kkamuar.

“Nov, mau kkamuarin dimana..?” tanya saya.

“Di muka aku aja.” jawabnya cepat.

Kemudian, “Croott.., crott..!” sperma saya saya kkamuarkan di wajah Novi.

Kemudian Novi dengan cepat membersihkan penis saya, bahkan saya saja sampai ngilu dengan hisapannya. Tidak lama saya pun jatuh lemas di sampingnya. Dan saya tetep melihat Terry tetap meremas dadanya dan dia pun melihat saya dengan tatapan ingin mendapat perlakuaan yang sama seperti temannya.

“Terr, ke kamar mandi dulu yuk, aku mau bersih-bersih nih..!” jawab saya sambil mengajak Terry.
Kemudian Terry dengan cepat menarik saya ke kamar mandi. Di kamar mandi kami saling membersihkan satu sama lain.

“Terr, aku istirahat dulu yach, aku cape banget soalnya,” timpal saya dengan suara lemas tapi penuh dengan kebahagiaan.

“Ok deh, tapi jangan lama-lama yach, aku udah ngga tahan nih..!” jawab Terry sambil membersihkan penis saya.

Tidak lama kemudian Novi masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, saya dan Terry kemudian kkamuar dari kamar mandi. Begitu sampai di ranjang, tiba-tiba saja Terry mencium saya dengan ganasnya. Secara otomatis pula saya membalasnya.

Kemudian ciuman Terry mulai turun ke leher saya dan dada saya. Saya hanya pasrah diperlakukan seperti itu. Dada saya diremas-remas oleh Terry dan sapuan lidahnya mulai turun ke daerah bawah.

“Hmm.., barang kamu bakal aku paksa berdiri lagi nih..!” kata Terry dengan suara menggoda.

Kemudian tanpa diperintah Terry segera mencium dan mengulum penis saya dengan lahapnya seperti orang yang kelaparan.

“Ahh.. ahh.. ahh.., enak Terr..!” timpal saya.

Sekilas saya melihat Novi baru kkamuar dari kamar mandi dan sedang memakai bajunya.

“Kamu ngga mau ikutan lagi Nov..?” tanya saya.

“Ngga ah, aku lemes banget, gantian kamu urus temen aku aja deh, aku mau istirahat dulu,” jawabnya santai.

Kemudian saya tidak mau kalah, segera saya raih buah dada Terry dan segera saya hisap. Saya mulai dari putingnya yang kanan, kemudian beralih ke yang kiri, saya remas-remas juga dadanya.

“Ahh, yang kenceng Sayang..!” jawab Terry lirih.

Kurang lebih 5 menit saya memainkan dadanya, kemudian saya turun ke vaginanya. Tampaklah vagina Terry ditumbuhi bulu-bulu halus yang rapih itu sudah tampak basah.

“Hmm.., udah basah kamu Terr, dah ngga tahan yach..?” kata saya sambil tersenyum.

Terry hanya menangguk saja tanpa mengkamuarkan suara sedikit pun. Kemudian saya mendekatkan mulut saya ke depan vagina Terry, dan langsung saya hisap dan saya jilat vaginanya.

“Ohh.., ohh.., teruss..! Enak..!” itulah suara yang terdengar dari mulut Terry.

Setelah 10 menit saya memainkan vaginanya, saya ingin melakukan gerakan lebih jauh. Dan dengan segera saya memasukkan penis saya ke dalam vagina Terry.

“Hmm, pelan-pelan yach..!” jawab Terry.

Saya hanya tersenyum dan segera mencium Terry, dan dia pun membalasnya dengan penuh semangat.

Bless, skamuruh penis saya kini berada di dalam vagina Terry. Dan tanpa dikomando lagi saya segera bergerak diikuti goyangan pinggul Terry. Tanpa sadar Terry memkamuk saya begitu eratnya dan saya memperhatikan wajah Terry yang sedang merem melek seakan-akan tidak ingin berhenti memperoleh kenikmatan.

5 menit kemudian Terry ingin berganti posisi.

“Eh, gantian dogy yuk..!” pinta Terry.

Ya sudah, saya turuti saja kemauan Terry.

“Bless, bless.., bless..!” sedikit terdengar suara penis dan vagina yang sedang berlomba, karena vagina Terry sudah basah dan menurut saya Terry tidak lama lagi akan kkamuar.

Dan benar saja dugaan saya, tiba-tiba saja Terry teriak, “Ah.., ahh.., ahh.., aku kkamuar..!”

Kemudian Terry langsung jatuh lemas dengan posisi tkamungkup, sementara penis saya masih tertancap dalam vagina Terry. Maka saya segera menggerakkan penis saya supaya saya juga dapat kkamuar. Tidak lama saya terasa bahwa saya ingin kkamuar.

“Kkamuarin di mana Terr..?” tanya saya.

“Di dalam ajalah, biar kamu enak..!” jawabnya dengan suara yang terbata-bata.

Lalu, “Crott, crott..!” penis saya segera mengkamuarkan semburan spermanya.

“Ahh..!” saya bersuara dengan keras, “Enak banget..!” lanjut saya.

Kemudian saya langsung rebah di sebelah kanan Terry, sementara Novi sedang tersenyum memperhatikan kami berdua.

“Wah-wah-wah, cape kamu yach berdua..?” kata Novi.

Saya yang sudah lemas hanya dapat tersenyum dan tiduran di samping Terry.

Setelah istirahat beberapa menit, kemudian saya dan Terry ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Setelah itu kami bertiga pulang ke rumah masing-masing dengan membawa kenangan indah bersama. Nah, nantikan cerita saya di periode berikutnya, mohon para pembaca memberi saran dan komentar terhadap cerita saya.

 

The post Suka Cerita Sex Makin Horny appeared first on Memekbebek.

Memekbebek

Ayo share...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone
Penulis: admin
Tags

Post yg mirip

Menu Title